Kini, tak ada lagi nyanyi dari bumi yang sedetik lagi mati
Ketika burung-burung pergi, jalanan sunyi
Kita pun mengatup ngeri
Sembunyi di ketiak sang bunda
Tak ada guna!!!
Ketika air berubah musuh
Panas membuat lusuh
Semua mengutuk momok kanan-kiri tak bersalah
Arus menyisir batu, kau mau berbuat apa?!
Porak poranda sampah jalanan
Bumi Tanya, “aku ini apa?”
Pejamkan mata
Ini catatan akhir kita
Curhat
Membuat puisi ini, ide saya dapat mengalir begitu saja. Entah ide itu dapat darimana. Namun, saya sangat prihatin akan keadaan alam yang begitu drastis berubah karena tingkah manusia-manusia serakah. Oh iya, saya ingat. Ketika saya melihat kebun dekat rumah saya, sangatlah miris manusia menebang pohon-pohon besar di kebun tersebut hanya tanahnya untuk ditempatkan menjadi rumah megah. Ckckckck. Begitu sadis makhluk yang bernama manusia itu ya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar