Jumat, 14 Oktober 2011

Catatan Akhir

Kini, tak ada lagi nyanyi dari bumi yang sedetik lagi mati

Ketika burung-burung pergi, jalanan sunyi

Kita pun mengatup ngeri

Sembunyi di ketiak sang bunda

Tak ada guna!!!

Ketika air berubah musuh

Panas membuat lusuh

Semua mengutuk momok kanan-kiri tak bersalah

Arus menyisir batu, kau mau berbuat apa?!

Porak poranda sampah jalanan

Bumi Tanya, “aku ini apa?”

Pejamkan mata

Ini catatan akhir kita

Curhat

Membuat puisi ini, ide saya dapat mengalir begitu saja. Entah ide itu dapat darimana. Namun, saya sangat prihatin akan keadaan alam yang begitu drastis berubah karena tingkah manusia-manusia serakah. Oh iya, saya ingat. Ketika saya melihat kebun dekat rumah saya, sangatlah miris manusia menebang pohon-pohon besar di kebun tersebut hanya tanahnya untuk ditempatkan menjadi rumah megah. Ckckckck. Begitu sadis makhluk yang bernama manusia itu ya?

Tidak ada komentar: