Jumat, 10 Desember 2010

Namaku

Nama saya aku
Ia lewati hari dengan sepenggal panggilan
Ah... lamunan membawa lintas
Siapa menyangka ia memanggil namaku
Nama yang hanya punya arti sampah
Jika memanggil, hanya bising yang terdengar


Mengucap namaku
Sama saja membuka aib baruku
Tinggalkan saja aku!
Lupakan saja namaku!
Tak usah kau kotori mulutmu


Aku
Aku
Aku
Kau panggil namaku lagi?
Hanya ada kesal jika kau panggil namaku lagi
Hanya ada letih jika kau panggil namaku kini


Puisi ketidakpastian hidup dalam sebuah nama




Reff:
Sudah lama sudah
Semua ini kulalui

Luka dan bahagia
Kuhadapi sendiri
Biarkan aku sendiri
Menikmati hari yang sepi
Sendiri...


(puisi ini didedikasi buat temen-temen satu kelasku agus, dini, ristan, habib yang benar-benar membantu aku dalam melengkapi puisi ini)

Tidak ada komentar: