Selasa, 11 Oktober 2011

MODEL-MODEL ANALISIS KATA

Morfologi berdasarkan etimologi adalah morf yang berarti bentuk, dan logi adalah ilmu. Sehingga morfologi jika diartikan secara lengkap adalah ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk kata. Dalam mempelajari morfologi seorang linguis akan mempelajari seluk beluk morfem dan juga kata beserta prosesnya.

Dalam prosesnya, kajian morfologi harus dianalisis berdasarkan makna, proses afiksasi juga perubahan bentuk dari bentuk dasarnya dan proses tersebut harus dianalisis dari model-model dalam morfologi. Terdapat dua macam model untuk menganalisis kata yakni model penataan atau item and arrangement dan model proses atau biasa disebut item and process.

Model penataan atau item and arrangement adalah model dalam morfologi yang menganalisis kata beserta prosesnya seperti proses afiksasi pada kata tersebut. Sebagai contoh, kata ‘pengeliling’ dapat dianalisis dari kata keliling dengan proses afiksasi yang berupa prefiks pe(N)- sehingga menjadi kata pengeliling. Sedangkan untuk kata ‘penyuka’ berasal dari kata suka dengan prefiks pe(N)- sehingga sesuai aturan kata dalam bahasa Indonesia pe(N)- + suka mengalami proses peluluhan menjadi penyuka. Kata ‘penulis’ juga berasal dari kata tulis. Sedangkan untuk kata pembuat prefiksnya berubah dari pe- menjadi pem- yang tak perlu mengubah bentuk kata dasar pembuat yakni buat.

Model proses atau item and process merupakan model dalam morfologi yang menganalisis kata berdasarkan makna kata dan perubahan bentuk kata, makna, dan juga kategori jika diubah imbuhan dari kata dasar dengan imbuhan lain. Sebagai contoh, kata ‘pengeliling’ dan ‘penyuka’ mempunyai makna orang yang ‘mengelilingi’, dan ‘menyukai’ . Jika dianalisis kata mengelilingi dan kata menyukai menjadi me(N)- + ‘keliling’, ‘suka’ + -i. Sedangkan untuk kata ‘penulis’ dan ‘pembuat’ mempunyai makna orang yang ‘menulis’ dan ‘membuat’. Sehingga bila arti kata penulis dan pembuat dipisahkan antara prefiks dengan kata dasarnya menjadi me(N)- + ‘tulis’,’buat’. Dalam hal ini, model proses atau item and process menyatakan sebuah kata berdasarkan proses kata tersebut dan juga makna yang terkandung. Jika imbuhan pe(N)- dengan jenis kata nomina dicoba dengan imbuhan lain seperti imuhan me(N)- akan membentuk kategori verba aktif.

Model-model dalam mempelajari morfologi tak lepas dengan proses morfofonemik, karena proses tersebut merupakan peristiwa berubahnya wujud morfemis dalam suatu proses morfologis seperti proses afiksasi. Umpamanya dalam proses afiksasi pe- seperti contoh di atas akan terlihat bahwa prefiks pe- itu akan berubah menjadi pem-, peny-, peng-, pen-, penge- atau tetap pe-, menurut aturan-aturan fonologis tertentu. Jika bentuk dasarnya mulai dengan konsonan /p/ seperti pada kata dasar panah akan akan menjadi pemanah; kalau bentuk dasarnya dimulai dengan konsonan /t/ akan mengalami peluluhan seperti pada kata penulis; kalau kata dasar diawali dengan huruf /k/, maka akan mengalami peluluhan seperti pada kata pe+keliling menjadi kata pengeliling; sama halnya dengan kata dasar yang diawali dengan huruf /s/ akan mengalami peluluhan seperti kata suka yang ditambah dengan prefiks pe- menjadi penyuka. Namun, peluluhan ini tidaklah mutlak karena terdapat beberapa kata dalam bahasa Indonesia berprefiks pe- pada kata dasar yang sudah ditentukan untuk mengalami peluluhan menjadi benar-benar luluh, seperti pada kata stabil. Kata tersebut tidak mungkin mengalami peluluhan, karena pada awal kata terdapat dua konsonan yang tidak dapat diluluhkan. Pe + stabil menjadi penstabil. Sedangkan, pada kata dasar yang diawali dengan konsonan /b/, /p/, /c/, /d/, /j/, /sy/, /l/, /m/, /n/, /ng/, /ny/, /r/, /w/, /y/, /g/ dan huruf-huruf vokal seperti /a/, /i/, /u/, /e/, /o/.

Contoh yang dikaji di atas adalah berbagai kata dasar dengan prefiks pe(N)- yang pada menurut fungsinya berpadan dengan prefiks me(N)-.

Jumat, 26 Agustus 2011

Kenapa Harus Ada Hari Ini???

23 Agustus 2011 Kenapa harus ada hari ini???

Hari ini parah banget!!! Kebayang ga seh kacaunya tadi pas gue siaran??? Pokoknya hari ini hari yang paling ngeboringin, tapi gue ga ngerti sih ngeboringin karna apa. Tapi yang jelas gue lagi labil banget. Diawalin pas gue mau berangkat ke kampus, gue salaman sama nenek gue yang super duper bawel (Tapi tetep cantik sihhhh), gue mau minta duit sama dia buat ongkos ke kampus ehhhh yang ada gue malah disemprot. Padahal gue udah minta izin ke nenek gue kalo hari ini gue mau siaran. Ya karna gue ngerasa udah di skak sama nenek gue, yaudah gue ga jadi minta duit buat ongkos. Untungnya gue lagi megang duit buat bayaran kampus. Yaudahlah mending gue tahan dulu bayarannya. Gue mikir, kebayang ga sehhh kalo bulan ini gue Cuma dikasih duit Rp. 150.000 buat sebulan. Gokillll!!! Gimana gue mau kaya coba? Buat jajan aja mpot-mpotan, apalagi buat nabung. Eh, jangankan buat kedua keperluan itu, buat ongkos ke kampus boooo sekarat abis dah duit gue. Yaudah, akhirnya gue berangkat sambil ngedumel sendiri.

Di kampus, tepatnya di radio. Gue kan kebagian bikin berita kota, tapi komputernya itu lho, LOLA bangettttt!!! Gila, sampe ubanan kali gue nunggu buat ngetik script berita kota. Udah dari situ gue uring-uringan ga jelas. Masalahnya gue males ngerjain ini, soalnya bukan tugas gue juga. Ini tuh tugasnya temen gue, tapi selama dia KKN gue yang disuruh bikin berita kota buat disiarin di radio. Huuuufffttt… Sampe akhirnya, computer yang satunya selesai dipake buat VO. Akhirnya dengan buru-buru, gue ketik tuh berita kota. Padahal gue ga ngerti berita apa kali yang gue ketik. Ah asal aja.

Pas bagian gue siaran, ga tau kenapa ya? Hari ini kacau balau banget! Kebanyang ga sehhh gue suka lupa kalo gue bagiannya masuk buat komen. Gila, otak gue kemana sih pikirannya? Ampun!!! Sampe pas jam siaran terakhir tuh ya, tepatnya closing gue lupa buat matiin mic nya sampe lama banget. Kacau!!! Ini semua gara-gara acara setelah gue, ga ada rekamannya. Ehhhh ga taunya, Music Director gue itu salah ngasih nama rekaman. Yasudahlah, acara gue yang kena jeleknya. hahahaha

Yang lebih ngeselin lagi, gue liat FB cowok yang gue suka di wall sama cewek ga jelas n dia bilang gini “mas, tolong sms aku donk, tadi tuh ada yang nanyain kamu mas…” Gila!!! Gue langsung shock n butuh shock terapi gitu… Arrrggghhhhh…

Dan semua ini bikin gue labil juga ga mood buat ngapa-ngapain. Errgggghhhh

Kamis, 17 Maret 2011

I Love Indonesia









Ketika Aku Mengingatmu

Ketika aku mengingatmu
Pahit dirasa hati ini
Dalam kepiluan yang kelam, dalam
Hingga tetes air di mataku tak terbendung

Ketika aku mengingatmu
Sesak dada terasa Tak tertahankan saat hati teriris-miris
Hingga tak mampu ku berucap

Ketika aku mengingatmu
Siluet yang selalu hadir
Walau sadar ku harus lupakan angan tentangmu
Hingga relakanmu dengan dirinya

Ketika aku mengingatmu
Seakan tak ada lagi yang mampu menyadarkanku
Terus mengingatmu dalam kebisuan ini
Semua karena, aku mencintaimu

Minggu, 13 Maret 2011

SUMPAH INI CATETAN GAK PENTING!!!

Ada-ada aja deh sepupu gue yang masih kelas 1 SD. Dia ngerti banget sama yang namanya pacaran. Belajar darimana ya dia??? (bukan dari gue lhoooo) Ckckck anak kecil zaman sekarang.

Masa gue dibilang pacarnya Ariel Peterpan??? Oh God!!! TIDAKKKKK... Gak mau gue yang second-second hhehhe

Sepupu gue juga bikin surat yang ngaku-ngakunya dari Ariel


Oh ika sayangku tolong kamu datang ketaman badaan besok. besok ada pacarmu namanya aril ditaman badaan. kalau kamu tidak bisa datang ya sudah tidak apa-apa kalau bisa datang ia dengan tepat jam 11.00 ditaman badaan

aril lov ika

dari aril


Rabu, 02 Maret 2011

Tentang kau

Mencoba bangkit hapus kesedihan lalu

Mencari sosok pengganti dalam kegalauan ini

Tak kutemukan semua

Yang kutahu, kau adalah bagian dari hati yang pecah dan berkeping

Hingga semua menjadi sebuah pahit yang tak urung hilang dari ingatan

Kalau ku boleh memilih

Aku memilih HAMPA!!!

Tak ingat kau juga tak ingat masa lampau

Tapi kini sudah terlanjur merah jambu yang tertanam di hatiku

Tentang kau...

Selasa, 01 Februari 2011

TUTUP PINTUNYA DARI LUAR!!! hahahaha...


Kangen banget sama masa-masa SMA. Apalagi kalo diinget-inget pas gue pertama kali masuk SMA. Huaaaaahhhhh!!! Kenangan menyeruak di otak gue. Jadi inget gue telat dulu, kelas 1 SMA. Gue masih jaim banget, dan sama yang namanya telat gue takut setengah mampus.
Waktu itu hari sabtu, biasalah… di sekolah gue bisa dibilang hari sabtu adalah hari bebas. Belajar aja dari jam Sembilan pagi sampai jam setengah satu siang. Waahhhhh… gimana gak ajib tuh jam pelajaran, dan setiap hari sabtu juga gue biasa ‘ngecengin’ kakak kelas yang cute-cute. Hahaha… puas banget deh liatin kakak kelas sampe mupeng.
Walaupun hari sabtu adalah hari santai, tapi jam pertama di kelas gue yaitu KIMIA!!! Damn, padahal gue sebagai salah satu anak pemalas di sekolah gue, males banget ngikutin pelajaran Kimia di hari sabtu. Hari santai dan juga weekend getoloooohhhh… Menurut gue, otak juga perlu refreshing kan???
Akhirnya gue mikir, “males banget dateng cepet-cepet ke sekolah, mending gue ngetem dulu nungguin angkot. Lagian setiap sabtu Pak Bustam alias guru killer yang ngajar pelajaran Kimia di kelas gue juga masuk kelas biasanya telat 30 menit.” Sampai akhirnya, gue baru naik mobil jam delapan lewat empat puluh lima menit. Dan itu artinya, 15 menit lagi gue bakalan terlambat. Akan tetapi, gue tetep santai. Secara gurunya bakalan dateng jam setengah sepuluh, pikir gue dalam hati. Mobil angkotnya juga jalannya santai sesantai hati gue.
Alangkah santainya jalan gue menuju ke pintu kelas. Padahal kelas gue sedikit jauh dari gerbang sekolah. Banyak juga kakak kelas yang menasehati gue dengan kata-kata,”kelas satu ya? Udah bel tau…” Tapi gue ga menghiraukannya.
Sesampainya gue di depan pintu kelas. Alamak!!! Si guru killer itu kok udah duduk santai di meja yang sudah berada di depan kelas dan sengaja disediakan untuk guru-guru yang mengajar di depan kelas gue. Jantung gue berdegub kencang. Ini bukan karena ditembak sama cowok, dan juga bertemu cowok yang gue suka. Ini adalah kenyataan yang harus dihadapi di depan kandang singa.
Dengan ragu-ragu gue masuk, ”Assalamu’alaikum…”
Gue perlihatkan wajah sok cute yang gue punya, dan gue salaman sebagaimana mestinya. Gue udah pasrah aja pengen diapa-apain juga (eisss… jangan ngeres). Bodo amatlah, mau distrap di depan kelas kelas kek! Mau disuruh lari, dipanggang juga gak apa-apa. (lho?)
“Duduk kamu!” kata Pak Bustam.
“Dimana Pak?” Tanya gue bingung, gara-gara masih grogi alias takut.
“Ya di tempat kamulah!” Jawab si guru killer itu tanpa menyuruh gue untuk berdiri dengan satu kaki dan tangan ditempatkan di telinga sambil sedikit ditarik. Dugaan gue salah, dugaan gue salah! Senangnya… Pelajaran untuk kali ini : NGGAK SEMUANYA ORANG KILLER ATAU ORANG YANG JARANG SENYUM ITU JAHAT SAMA SIAPAPUN DAN SAMA APAPUN.
Gue duduk dengan santainya. Hoaaahhh… hati gue lega, hati gue gembira. Sambil senyum-senyum ke semua temen-temen dan sahabat gue.
Salah satu temen gue nyeletuk, “ngadat lagi mobilnya?”
“Kagak, yang ini sengaja! Hehehe…” Gue dengan pedenya ngomong kayak gitu sambil nyengir.
Di sekolah yang gue tempatin ini, adalah salah satu sekolah di mana orang-orangnya menurut gue bukan berlomba-lomba dalam prestasi, tapi berlomba-lomba dalam kemaksiatan (eh, maksud gue, kebodohan). Entahlah, jalan pikirannya ada di mana anak-anak murid itu. Kenyataannya, setiap ada yang telat dibilang hebat, lupa ngerjain peer dibilang keren. Seperti sekarang ini, gue kira gue doang yang telat, tapi gak taunya masih sekitar 5 sampai 10 atau bahkan lebih siswa yang telat, dan itu baru di kelas gue, belum kalo di kelas lain.
Anehnya, anak-anak yang telat setelah gue pada di hukum. Ada yang di strap, ada yang disuruh push-up sampe mang-up (emang ada ya?). Yang paling ekstrim lagi, temen gue yang telat paling akhir dan sok-sok gak bersalah dipelototin sama guru killer itu juga disuruh, “TUTUP PINTU DARI LUAR!!!”
Lho??? Seisi kelas pada bingung ‘tutup pintu dari luar’ emang ada ya? Gimana caranya? Untung gue lagi gak bego, jadi gue ngerti apa yang dimaksud sama Pak Bustam. Gue senyum-senyum geli sendiri. Si korban alias orang yang telat paling akhir bingung sambil garuk-garuk kepala yang gue rasa kepalanya gak gatel, dan juga sambil cengar-cengir gak jelas. Keliatan banget si korban grogi alias ngeri ngeliat tampangnya Mr. Killer, gue ngeliat muka si korban aja udah kasian banget kayak orang pengen dikasih receh.
Oh iya, nama si korban alias temen gue itu IPUL. Cowok iseng, jail, suka ngupil, dekil, idup lagi (hehehehe peace). Setelah lima detik Ipul masih gak ngerti juga sama perkataan Mr. Killer itu, tapi temen-temen yang lain gak sebodoh Ipul, mereka yang udah ngerti malah ngasih aba-aba dengan nunjuk-nunjuk ke arah pintu dengan pengertian kalo Ipul suruh keluar sama Mr. Killer, Ipul manggut-manggut ajah. Sampai akhirnya dia keluar dan mungkin ia baru sadar kalo TUTUP PINTUNYA DARI LUAR itu berarti dia diusir sama Mr. Killer dan gak boleh ikut pelajarannya. Sungguh miris nasib Ipul… Ckckck